kkesaksian Warrior Of God

FILIPI 4 : 13

Segala perkara dapat kutanggung didalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

MAZMUR 27 :1

Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?

YOHANES 3 : 16

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

MARK 16 : 15-16

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

EFESUS 6 : 10-17

Hendaklah kamu kuat di dlm Tuhan, didalam kekuatan kuasa-Nya, ambilah seluruh perlengkapan senjata Allah, dlm segala keadaan pergunakanlah perisai iman, krn perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan roh-roh jahat di udara.

Selasa, 11 Oktober 2016

HIDUP TEGAR DALAM MASA-MASA SUKAR

Hidup Tegar Dalam Masa-Masa Sukar




Sekarang ini kita sedang hidup dimasa akhir zaman, banyak fenomena alam, peristiwa dunia terjadi yang menunjukkan bahwa kedatangan-Nya sudah sangat dekat, demikian pula dengan tantangan hidup manusia jaman sekarang makin berat baik dalam segi ekonomi, kesehatan, dan keluarga, dll. Bagaimana agar kita dapat tetap tegar dimasa sukar supaya kita beroleh kemenangan dan tidak jatuh dalam tipu muslihat iblis?

Tuhan Yesus memberikan pengajaran dalam Yohanes 6 : 1 – 13 dan Filipi 4 : 6 

Yesus memberi makan lima ribu orang dengan 5 roti dan 2 ekor ikan, Yohanes 6 ayat 11 – 13 … 11  Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk disitu, demikian juga dibuatNya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. 12 Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid – murid-Nya: “Kumpulkanlah potongan – potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang.” 13 Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan – potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.

Filipi 4 : 6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Melalui ayat diatas dapat dipetik beberapa poin bagaimana caranya bertahan dimasa sukar sehingga mujizat dapat terjadi:

1    1.  Memandang masalah / pergumulan jangan pakai kekuatan sendiri tapi pakai kekuatan Tuhan, tidak      ada alasan untuk takut dan kuatir. Menghadapi pergumulan hidup dengan bijaksana selalu fokus          pada  Tuhan tidak pada masalahnya.

2    2. Memiliki ketaatan mutlak kepada Tuhan, kita harus belajar berpegang dan taat pada firman Tuhan,     jika kita belum mampu berdoalah supaya kita dimampukan melakukan firman Tuhan.

3    3. Senantiasa mengucap syukur dalam keadaan apapun, mengucap syukur adalah sikap yang                   menunjukkan kepercayaan penuh kepada otoritas Tuhan dan keyakinan ada pemeliharan-Nya.

4   4. Belajar menghargai hal – hal yang kecil, untuk mendapatkan mujizat yang lebih besar kita harus         belajar menghargai dan mensyukuri hal – hal yang nampaknya kecil yang sudah kita terima 

      (Matius  25 : 21a Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku  yang baik  dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu  tanggung  jawab dalam perkara yang besar. )


Kesimpulan:
Kuasa Tuhan Yesus dan kesetiaan-Nya kepada kita tidak pernah berubah, tetap tegar di masa sukar dengan tetap percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan mujizat.
Amin. Tuhan Yesus Memberkati.

    By His Grace
Pdt. Willy V. K, S.Th

Posted by Warrior of God

Rabu, 05 Oktober 2016

NABEEL QURESHI - (EX MUSLIM) MELIHAT PERJAMUAN KAWIN ANAK DOMBA

Nabeel Qureshi – (Ex Muslim) Melihat Perjamuan Kawin Anak Domba




Ini adalah kesaksian seorang Muslim sejati yang dahulunya taat sekali terhadap ajaran Islam. Sekarang dipanggil Tuhan Yesus menjadi salah satu tentara-Nya atau salah satu ujung tombak dalam menghadapi tanya jawab dengan tokoh Muslim dunia lainnya. Shallom, begini kisah Nabeel :

Nabeel Qureshi : “Saya merasa seakan-akan bergelut dengan hal ini. Karena pada saat ini, semua pembicaraan tentang Islam sebagai agama yang damai, bertentangan dengan gambar visual hidup dimana orang-orang membunuh dengan mengatasnamakan Allah SWT.”

Sejak kecil Nabel Qureshi menjadi Muslim yang taat. Dia dibesarkan dalam keluarga yang penuh cinta dari sekte Islam yang damai.

Nabeel Qureshi : “Ada slogan didalam sekte ini, yaitu : ‘Mengasihi semua orang dan tidak membenci siapapun.’ Saat saya bertumbuh besar saya diajarkan untuk mengasihi semua orang.”

Nabeel Qureshi menempuh imannya dengan sungguh-sungguh. Ia melakukan Sholat 5x sehari, menghafal Quran dalam bahasa Inggris dan Arab. Dia bertekat untuk membuktikan bahwa hanya Islam agama yang benar, terutama kepada orang Kristen.

Nabeel Qureshi : “Ketika saya menantang mereka tentang kebenaran Alkitab atau saat saya menantang mereka tentang keilahian atau penyaliban, saat saya menantang mereka didalam trinitas, mereka tidak akan punya jawaban. Dan mereka akan mulai mundur cepat kedalam ranah ‘Iman.’ Saya hanya percaya kepada Iman dan saya berpikir, ‘Okelah, kamu menggunakan istilah kata Iman dimana saya menggunakan kata, tidak peduli.’ ”

Kemudian di tahun pertamanya kuliah, dia melihat sisi lain dari agamanya.

Nabeel Qureshi : “Saya harus menjawab untuk diriku sendiri, Apakah Islam sebenarnya ? Apakah ini yang telah diajarkan kepadaku ? Apakah seperti yang diceritakan oleh orang-orang ini ? Tentu saja aku sangat yakin dengan apa yang telah diajarkan kepadaku. Islam itu damai. Akan tetapi bagaimana aku menjelaskan apa yang terjadi di media TV ?”

Nabeel Qureshi bergumul dengan gambar-gambar kekerasan Islam dan ia merenung selama berbulan-bulan. Lalu setahun kemudian dia bertemu dengan temannya David, seorang Kristen. Seperti David, dia tahu bagaimana mempertahankan iman Kristennya melalui logika dan alasannya.

Nabeel Qureshi : “David mampu memberiku alasan untuk percaya Alkitab. Alasan bahwa Alkitab tidak pernah berubah. Itu Firman yang diilhami oleh Tuhan. Bahwa Kanon Alkitab terdiri dari 66 Kitab dan itu benar-benar harus ada didalam Alkitab. Tidak perlu kitab lain yang perlu ada didalam kumpulan tersebut. Dia telah memikirkan mengenai hal ini.”

Meskipun berbeda pendapat Nabeel dan David berteman, selama 3 tahun berikutnya mereka sering berdebat masalah agama. Nabeel berpegang teguh kepada keyakinan Islam dan David mempertahankan iman Kristen. Akan tetapi Nabeel Qureshi kehabisan argumentasi.

Nabeel Qureshi : “Setiap kali saya mulai memberikan alasan bagi dia, saat itulah dia menunjukkan kelemahan didalam penalaran saya.”
Hal itu menjadi semakin jelas saat Nabeel membandingkan Alkitab dan Quran. Dan melihat lebih dekat ajaran Muhammad.

Nabeel Qureshi : “Hal ini menjadi semakin jelas, mengapa orang-orang menjadi begitu kejam dalam mempraktekkan Islam, karena ajaran asli Muhammad. Ada beberapa ajaran yang sangat kejam ditemukan didalam tradisi Islam. Saya mencoba membela Islam kepada temanku yang Kristen. Saya mencoba menjelaskan kepadanya kenapa Islam adalah agama yang damai, kenapa wanita diberi hak yang sederajat. Semua hal-hal inilah yang saya percaya dan yang harus aku pertahankan. Dan saya gagal total karena tidak adanya pertahanan.”

Nabeel Qureshi melihat satu-satunya kesimpulan logis, bahwa Yesus adalah anak Allah. Akan tetapi dengan mengakui itu berarti dia melawan semua yang pernah dia yakini.

Nabeel Qureshi : “Penghujatan terbesar didalam Ialam adalah menyembah selain Allah SWT. Jika ada kesempatan bahwa Islam bisa salah, ini akan menjadi masalah besar ! Itu pasti akan mengguncang duniaku. Dan itu terjadi ! Dan itu membuatku jatuh berlutut dan mulai bertanya, ‘Tuhan, siapakah Engkau ?’ ”

Didalam tradisi Islam, Nabeel minta Tuhan menunjukkan kebenaran melalui mimpi. Tuhan memberikan tiga mimpi kepada Nabeel Qureshi. Salah satunya memberikan dampak yang mendalam.

Nabeel Qureshi : “Saya berdiri diambang pintu yang sempit. Dan lebar pintu itu hanya cukup untuk saya masuki dan tingginya pas sekali setinggi diriku untuk kumasuki. Nuansa yang paling menyedihkan dalam mimpi itu adalah begitu sempitnya pintu itu. Saya hampir tidak bisa muat didalamnya. Dan disisi lain dari pintu itu adalah ruangan yang telah ditetapkan untuk suatu pesta. Saya tahu bahwa ruangan itu adalah Sorga. Saya tahu bahwa saya harus masuk kedalam ruangan itu jika saya ingin berada di Sorga.”

Catatan : Didalam kesempatan lain Nabeel bercerita bahwa didalam ruangan itu dia melihat temannya David dan banyak orang lainnya sedang bersiap dalam suatu pesta dimana hidangan sudah siap.

Kemudian Nabeel membaca ayat didalam Alkitab yang menegaskan mimpinya. Ia meyakini kebenarannya, dunianya hancur. Mencari penghiburan, Nabeel mengambil Quran.

Nabeel Qureshi : “Saya mengeluarkan Quran dan mulai membaca melalui halaman-halamannya. Dan itu sangat mencengangkan bahwa tak satupun ayat didalam Quran yang dirancang untuk menghibur seseorang yang sedang tersakiti, tidak satupun ! Kemudian saya singkirkan Quran dan mengambil Alkitab. Saya membaca Matius. Dan tidak perlu waktu lama untuk menemukan Matius 5 yang mengatakan ‘Diberkatilah mereka yang berduka cita, sebab mereka akan dihibur.’ Kemudian saya berkata kepada Tuhan, ‘Tuhan saya tahu apa yang Kau ingin saya lakukan. Akan tetapi saya butuh waktu untuk meratapi semua ini. Saya hanya butuh waktu untuk bersedih.’ Saya langsung jatuh cinta dengan Alkitab saat itu. Serasa Tuhan telah menuliskan Firman itu khusus untuk diriku. Dia sudah tahu 2000 tahun yang lalu bahwa saya butuh penghiburan pada situasi seperti ini. Dia tahu bahwa saya akan membawa kitab Matius dan Dia meletakkan ayat Matius itu untukku. Akhirnya kukatakan, ‘Baiklah ini nyata, inilah Firman Tuhan !’ Inilah iman dimana kebenaran ditemukan. Dan saat itulah akhirnya, dengan membaca Alkitab aku menerima Kristus.”

Nabeel Qureshi mulai menceritakan kepada orang-orang tentang iman barunya, termasuk kedua orang tuanya. Nabeel berkata, kedua orangtuanya kecewa akan tetapi masih mencintai anaknya. Dia berdoa bahwa pada suatu saat nanti mereka akan menerima Kristus.

Nabeel Qureshi : “Agar mereka menerima Dia, sehingga mereka bisa bersamaNya selama-lamanya. Sehingga kami semua bisa bersama-sama untuk selama-lamanya. Aku tidak bisa bayangkan, sejujurnya aku tidak mampu membayangkan pergi ke gereja bersama keluargaku. Aku berharap suatu hari nanti ayah dan ibuku bisa beribadah disampingku. Saya sama sekali tidak bisa berpikir karena aku baru saja putus hubungan.”

Sumber :



Saat ini Nabeel bekerja dengan apologist terkenal di dunia, Ravi Zakarias dan menulis buku dengan judul “Seeking Allah, Finding Jesus.”, “Mencari Allah SWT, ketemu Yesus.” Nabeel sangat bersyukur bisa memahami kebenaran dan karunia hidup kekal.
Nabeel Qureshi : “Yesus bangkit dari kematian. Dia menghancurkan kematian. Dan dalam hidup ini adalah semua tentang kehidupan. Tidak berakhir dengan kematian. Dan tidak ada yang lebih memerdekakan selain hal itu.”

—– Demikian kesaksian Nabeel Qureshi

Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. – Matius 7:16-20

dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” – Yohanes 8:32

Pada mulanya adalah Firman (Yesus); Firman itu bersama-sama dengan Allah [Bapa di Sorga] dan Firman Yesus itu adalah Allah. – Yohanes 1:1

Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” – Yohanes 8:58

Aku (Yesus) dan Bapa adalah satu.” – Yohanes 10:30

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa [yang berada di Sorga], kalau tidak melalui Aku. – Yohanes 14:6



Catatan : Sudah lama Nebeel Qureshi mengajukan tantangan kepada Zakir Naik untuk berdebat, akan tetapi sampai sekarang tidak ada tanggapan dari Zakir Naik.


Sumber: www.kesaksiansegalabangsa.wordpress.com



Posted by Warrior of God


Selasa, 04 Oktober 2016

JANGAN MAIN-MAIN DENGAN HELLOWEEN!!

Jangan Main-Main!!, Helloween Adalah Perayaan Untuk Roh-Roh Orang Mati





Sangat menyedihkan, Tahun ini semakin banyak mal-mal di Jakarta menyelenggarakan perayaan dan pesta Haloween. Para orang tua dengan bangga mengajak anak-anak mereka yang masih kecil-kecil, turut berpartisipasi merayakan Haloween, tanpa menyadari apa itu Haloween. Semoga tidak ada di antara Saudara yang melakukan hal itu kepada anak-anak kita sendiri. Kita, Orang Percaya wajib memperingatkan keluarga dan sanak family, untuk tidak turut mengambil bagian dalam adat dunia yang sesat dan tidak mengenal Firman Allah.

Menurut History.com, asal mula perayaan Halloween berakar pada perayaan Celtic kuno “Samhain” (diucapkan Sah-win). Bangsa Celtic, hidup ribuan tahun yang lalu di daerah yang sekarang Irlandia, Inggris dan Perancis utara. Mereka menganut kepercayaan Druids dan merayakan tahun baru mereka pada tanggal 1 November. Hari itu menandai akhir musim panas dan panen serta awal musim dingin dan gelap, yang sering dikaitkan dengan waktu-waktu kematian manusia setiap tahunnya.



Para penganut modern dari agama Druids melakukan prosesi “Samhain” pada 2010 di Stonehenge – Inggris. Sumber: http://www.bbc.co.uk/news/uk-11660115

Pemerintah Inggris melalui Departemen Sosialnya telah mengakui Druids sebagai agama. Hal ini membuat kepercayaan ini kembali berkembang pesat. Menurut situsRiseEarth.com, Druids tidak perlu dipertanyakan, adalah cikal bakal sejarah dari okultisme. Sihir, satanisme, paganisme dan hampir semua aspek dari okultisme bersumber pada ajaran Druids.

Bangsa Celtic percaya bahwa pada malam sebelum tahun baru 1 November, batas antara dunia orang hidup dan yang mati menjadi kabur. Pada tanggal 31 Oktober malam, mereka merayakan “Samhain”, saat itu diyakini bahwa hantu orang mati kembali ke bumi. Selain menyebabkan masalah dan merusak hasil pertanian, orang Celtic beranggapan bahwa kehadiran “roh-roh dunia lain” ini, membuat para Druid, yaitu imam-imam bangsa Celtic, lebih mudah dalam membuat ramalan tentang masa depan. Untuk orang-orang yang sepenuhnya tergantung pada alam yang tidak menentu, ramalan-ramalan ini adalah sumber penting untuk mencari kenyamanan dan keselamatan selama musim dingin yang panjang dan gelap.

Untuk memperingati acara tersebut, para imam Druids membuat api unggun suci yang besar, dimana orang berkumpul untuk membakar hasil panen dan hewan sebagai kurban kepada para arwah. Selama perayaan, bangsa Celtic mengenakan kostum, biasanya terdiri dari kepala dan kulit binatang. Kemudian mereka berusaha untuk memberitahu peruntungan masing-masing. Ketika perayaan usai, mereka kembali menyalakan tungku api mereka, mereka yang telah padam sebelumnya malam itu, dari api unggun suci untuk membantu melindungi mereka selama musim dingin mendatang.

Ritual Paganisme


BERCAMPUR TRADISI ROMAWI “FERALIA” dan “POMONA”

Pada Tahun 43 Masehi, Kekaisaran Romawi telah menaklukkan sebagian besar wilayah bangsa Celtic. Dalam perjalanan selama empat ratus tahun mereka menguasai tanah Celtic, dua festival asal Romawi digabungkan dengan perayaan tradisional Celtic “Samhain”. Yang pertama adalah “Feralia”, suatu ritual tengah malam oleh orang Roma membawa biji-bijian dan sedikit garam, roti yang direndam dalam anggur, ke kuburan orang-orang mereka yang telah mati. Yang kedua adalah hari untuk menghormati “Pomona”, dewi buah dan pohon. Lambang “Pomona” adalah apel dan menggabungan perayaan ini dengan “Samhain” yang mungkin menjelaskan tradisi “apple boobing” (menunduk untuk menangkap apel di atas ember yang penuh air), yang sering dipraktekkan sebagai permainan pada tradisi Halloween saat ini.

Pada, Tahun 609 AD, Paus Bonifasius IV mendedikasikan tanggal 13 Mei sebagai hari untuk menghormati semua martir Kristen, dan hari itu dijadikan festival Katholik “Hari Semua Martir” oleh gereja Roma. Paus Gregorius III (731-741) kemudian memperluas festival itu untuk memasukkan peringatan semua orang kudus beserta semua martir, dan memindahkan perayaan dari tanggal 13 Mei ke tanggal 1 November, tepat pada tanggal perayaan kuno “Samhain” dari bangsa Celtic. Bahkan memasuki abad ke Sebelas, gereja Roma akhirnya menetapkan Tanggal 2 November sebagai “Hari Semua Arwah” (All Souls Day), hari untuk menghormati semua arwah orang mati. Hari Semua Arwah (All Souls Day) dirayakan sama dengan ritual “Samhain”, dengan api unggun besar, parade, dan berdandan kostum sebagai orang-orang kudus, malaikat dan setan.

Perayaan All Saints Day juga disebut “All-hallows” atau “All-hallowmas” (dari bahasa Inggris Pertengahan “Alholowmesse” yang berarti Hari Para Orang Suci). Dan malam sebelumnya, yang merupakan malam “Samhain” yang dirayakan dalam agama Celtic, mulai disebut “All-hallows Evening” dan kemudian disingkat “Hallows-en” atau lebih terkenal sebagai “Halloween”.


HALLOWEEN MASUK KE BENUA AMERIKA

Pada paruh kedua abad kesembilan belas, Amerika dibanjiri imigran baru. Jutaan orang Irlandia yang melarikan diri karena kelaparan Irlandia tahun 1846. Merekalah yang membantu mempopulerkan perayaan Halloween di Amerika. Mengambil dari tradisi Irlandia dan Inggris, orang Amerika mulai mengenakan kostum-kostum dan pergi rumah ke rumah untuk meminta makanan atau uang, sebuah praktek yang akhirnya menjadi tradisi “trik-dan-treat” hari ini. Sebuah tradisi Amerika yang baru lahir, dan terus tumbuh. Hari ini, Amerika Serikat menghabiskan sekitar $ 6 miliar per tahun setiap Halloween. Haloween menjadi liburan kedua terbesar secara komersial di negara itu.
Tetapi perayaan Halloween sangat jarang di Amerika bagian Utara, khususnya di wilayah New England, karena sistem “kepercayaan kaku” kaum Protestan di sana menolak merayakan Halloween. Halloween jauh lebih umum di Maryland dan koloni selatan. Orang-orang Protestan juga tidak merayakan Hari Para Orang Suci dan Hari Semua Arwah (All Souls Day) yang dirayakan oleh Gereja Roma. Berabad-abad bapa-bapa Protestan melarang orang percaya merayakan hari orang mati “Halloween”. Belakangan (2009) Vatican mengecam perayaan Halloween sebagai “kafir” dan melecehkan Hari Raya “All Souls Day”.

Di Mexico perayaan Katolik “All Saints Day” dan “All Souls Day” bercampur dengan budaya Astec dan Maya menciptakan perayaan “Day of The Dead” khas Mexico yang disebut “Dia de Los Muertos” juga dirayakan pada tiap tanggal 1 dan 2 November. Orang-orang mexico merias wajah mereka menjadi tengkorak-tengkorak hidup, membangun altar di kuburan dan menyajikan makanan di atasnya.
(sumber: http://www.overstock.com/guides/how-to-plan-a-dia-de-los-muertos-celebration)


Perayaan “Dia de Los Muertos” Hari Orang Mati khas Mexico dirayakan tiap Tanggal 1-2 November


TRADISI HALLOWEEN BERTENTANGAN DENGAN IMAN KRISTEN

1. MENJADI SAMA DENGAN ROH-ROH GENTAYANGAN

Tradisi berpakaian kostum hantu dan setan-setan pada waktu Halloween, memiliki akar tradisi Eropa maupun Celtic. Ratusan tahun yang lalu, musim dingin adalah waktu yang tidak pasti dan menakutkan. Persediaan makanan sering menjadi terbatas dan bagi banyak orang yang takut akan gelap, siang hari yang singkat di musim dingin penuh hal yang mengkhawatirkan.
Pada malam Halloween, mereka meyakini bahwa roh orang mati dan hantu-hantu datang kembali ke dunia mereka. Orang-orang berpikir bahwa mereka akan menghadapi hantu jika mereka meninggalkan rumah mereka, maka untuk menghindari diakui oleh hantu, orang-orang akan mengenakan topeng/masker, ketika mereka meninggalkan rumah mereka setelah gelap, sehingga para hantu akan menganggap mereka adalah sesama hantu dan roh-roh gentayangan. Pada malam Halloween, untuk menjaga rumah mereka dimasuki hantu, orang akan menempatkan mangkuk makanan di luar rumah, maksudnya untuk menenangkan hantu dan mencegah mereka mencoba masuk ke dalam.

Tradisi ini tidak pantas diikuti oleh orang percaya. Pertama, kita tidak perlu takut menghadapi berbagai rintangan dan badai dalam hidup ini, Tuhan Yesus berjanji Ia akan selalu menyertai kita sampai kepada Akhir zaman. Jadi kita tidak seperti orang-orang yang tidak berpengharapan, sehingga harus selalu memperingati datangnya kegelapan setiap tahunnya.
Kedua, kita tidak perlu takut dan percaya bahwa pada malam Halloween setan bisa seenaknya menyatroni hidup kita dan rumah-rumah kita. Kita tidak perlu ‘tunduk’ kepada setan-setan dan memberi sesaji di depan rumah kita untuk roh-roh apapun dari dunia ini. Karena Roh yang di dalam kita lebih besar dari segala roh-roh dunia ini.
Yang ketiga, masakan kita anak-anak Tuhan berdandan layaknya seperti hantu dan menjadi serupa dengan setan-setan ? Apakah hubungannya Kristus dan setan-setan ? Kita tidak layak memakai topeng-topeng setan dan para hantu gentayangan.

2. MENANAMKAN NILAI-NILAI BURUK

Tradisi Halloween Amerika yang disebut “trik-dan-treat” mengajari anak-anak untuk memeras atau meminta sesuatu dengan ancaman. Tradisi ini berasal dari kebiasaan dari tradisi malam “Samhein” dimana orang-orang sengaja meninggalkan makanan di depan pintu rumah mereka, agar roh-roh gentayangan tidak mengusik rumah mereka.

Selama perayaan Halloween di Amerika, anak-anak dengan mengenakan kostum hantu atau setan, berkeliling menyatroni rumah-rumah tetangga untuk memunguti makanan atau kue-kue di depan pintu rumah. Bila ada tetangga yang tidak menyediakan “sesaji” di depan pintu mereka, maka anak-anak itu akan merasa “berhak” untuk mengganggu rumah itu. Anak-anak akan melempari pintu atau jendela rumah itu dengan sampah atau apa saja. Pagar dan pintu rumah yang dirusak, halaman atau taman yang diacak-acak adalah hal wajar karena malam Halloween. Berbagai gangguan dan perlakuan tidak baik akan dianggap lumrah oleh masyarakat karena Halloween. Setiap tahun pada waktu Halloween, banyak orang tua tanpa menyadari telah membiarkan nilai-nilai negatif meresap kepada anak-anak mereka.

Anak-anak didandani kostum setan-setan pada acara Halloween untuk menyenangkan siapa ?

Di Indonesia beberapa pusat perbelanjaan ikut-ikutan merayaan Halloween dengan mengadakan kontes kostum Halloween. Dan yang mengenaskan pesertanya bukan orang tua, tetapi kebanyakan anak-anak yang didandani oleh orang tua mereka, dengan kostum setan-setan mulai setan dari ala film horor barat sampai hantu gentayangan ala film horor Indonesia. Ada anak perempuan yang didandani dengan kostum hantu kepala buntung. Hantu yang diperankan menenteng kepala, lengkap dengan hiasan noda darah di leher yang buntung. Sungguh miris, apa orang tua tidak mengerti, bahwa hal itu berarti mengenalkan “sadisme” ke dalam hidup anak-anak ?


MURKA TUHAN ATAS PERSATUAN YANG TIDAK KUDUS

Kita belum membicarakan semua akibat buruk yang ditimbulkan dari tradisi perayaan Halloween. Namun beberapa penjabaran di atas seharusnya menyadarkan kita (orang percaya), untuk tidak turut mengambil bagian dalam adat istiadat yang berkaitan dengan penghormatan kepada arwah-arwah orang mati.

Dalam kitab Bilangan pasal 25 dikisahkan suatu tulah yang membunuh ribuan orang Israel. Ketika orang Israel bergabung dengan penyembah BaalPeor. Yaitu orang-orang Moab penyembah dewa-dewa dan arwah orang mati. Tuhan murka dan menimpakan tulah kepada orang Israel karena bergaul dengan orang-orang yang menyajikan persembahan kepada arwah orang mati.

“Mereka berpaut pada Baal Peor, dan memakan korban-korban persembahan bagi orang mati. Mereka menyakiti hati-Nya dengan perbuatan mereka, maka timbullah tulah di antara mereka.” – Mazmur 106:28-29

Tuhan sangat serius dengan kesucian kita, karena kita adalah umat kepunyaan-Nya. Karena TUHAN itu kudus, maka kita seharusnya juga hidup secara kudus. Dalam kitab Imamat diperingatkan setiap orang yang dirasuki arwah orang mati atau roh lain seperti roh peramal, adalah najis dan harus dihukum mati. Apakah kita pantas untuk bermain-main dalam ritual penghormatan untuk arwah orang mati dan roh setan ?

“Kuduslah kamu bagi-Ku, sebab Aku ini, TUHAN, kudus dan Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku. Apabila seorang laki-laki atau perempuan dirasuk arwah atau roh peramal, pastilah mereka dihukum mati, yakni mereka harus dilontari dengan batu dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.” – Imamat 20:27

Kita adalah milik Kristus, Gereja Tuhan adalah komunitas yang memang dipisahkan. Ini bukan berarti kita tidak boleh bergaul dengan orang lain dari dunia ini, tetapi jangan kita turut dalam perbuatan-perbuatan mereka yang cemar. Kita harus bisa membedakan, antara menghargai mereka sebagai sesama dan menolak perbuatan-perbuatan mereka. Kita harus berani menolak untuk tidak turut serta dalam perbuatan-perbuatan orang lain yang cemar, baik secara moral maupun spiritual.


JANGAN MAIN-MAIN DENGAN HAL-HAL YANG SPIRITUAL

Mungkin ada orang yang menyanggah bahwa keikut-sertaan mereka dalam pesta Halloween hanya untuk senang-senang, tidak bersungguh-sungguh untuk bersekutu dengan roh-roh jahat. Perhatikan Firman Tuhan katakan bahwa mereka akan menjadi sama dengan apa yang mereka senangi, mereka akan menjadi serupa dengan yang mereka cintai.

“Tetapi mereka itu telah pergi kepada Baal-Peor dan telah membaktikan diri kepada dewa keaiban, sehingga mereka menjadi kejijikan sama seperti apa yang mereka cintai itu.” – Hosea 9:10b

Beberapa tahun lampau di Indonesia, khususnya di Jawa, banyak ramai soal praktek memanggil arwah orang mati melalui boneka Jailangkung. Awalnya mereka juga hanya main-main, tetapi akhirnya mereka terseret dalam urusan roh-roh jahat. Anda mungkin main-main, tetapi Halloween bukan main-main, dan roh-roh jahat tidak pernah main-main dengan Anda. Iblis selalu mencari cara untuk menjerat siapapun untuk dijadikan mangsanya.

“Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.” 1 Petrus 5:8





Posted by Warrior of God


3 Roh Yang Bekerja Di Akhir Zaman Untuk Menjatuhkan Orang Percaya

3 ROH INI BEKERJA  ‘LEMBUR’ DI AKHIR ZAMAN
DAN SIAP MENJATUHKAN ORANG PERCAYA!




Syalom saudara-saudara terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus,
Tahukah anda bahwa hidup di ahkir zaman sungguh merupakan sebuah peperangan rohani yang besar? Iblis tahu bahwa waktunya sudah semakin dekat sehingga pasti mereka tidak akan tinggal diam. Mereka akan berusaha semaksimal mungkin menjatuhkan setiap orang percaya.


Perlengkapan Senjata Allah





Alkitab dengan jelas memberitahukan kita untuk kita selalu menggunakan semua perlengkapan senjata Allah (Efesus 6). Jika anda teliti membacanya akan menemukan beberapa hal yang penting untuk diketahui seperti berikut:

Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, ~Ef 6:10-18

Alkitab dengan jelas memberitahu bahwa kita harus kuat dalam Dia dan kuasaNya, bukan kekuatan kita! Sebelum masuk dalam peperangan rohani, kita perlu kuat dulu. Ayat di atas juga memberikan 2 kategori perlengkapan senjata Allah, yaitu senjata untuk bertahan dan senjata untuk mengadakan perlawanan. Senjata untuk bertahan kita gunakan karena Iblis selalu menyerang kita kapan pun ia tahu kita membuka celah. Pedang Roh atau Firman merupakan senjata untuk kita mengadakan perlawanan, seperti saat Yesus dicobai di padang gurun. Namun, yang tidak kalah penting ialah anda harus tahu siapa musuh anda. Ayat di atas memberikan keterangan yang sangat jelas mengenai musuh kita, yaitu tipu muslihat iblis. Musuh kita bukan iblis lagi, karena ia telah dikalahkan oleh kematian Tuhan Yesus. Strateginya sekarang ialah menggunakan tipu daya.
Berikut adalah 3 roh yang bekerja di akhir zaman lewat tipu muslihatnya.


Roh Izebel


Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga:  Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama. Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala. Dan Aku telah memberikan dia waktu untuk bertobat, tetapi ia tidak mau bertobat dari zinahnya. ~Wahyu 2:18-21

Roh Izebel adalah roh dominan yang akan menukarkan peran suami dan istri (Izebel dominan terhadap Ahab). Salah satu cara yang paling ampuh dari iblis untuk menghancurkan anak-anak Tuhan ialah dengan merusak rumah tangga mereka. Distorsi peran akan menimbulkan efek berkepenjangan, seperti hancurnya rumah tangga. Jika orang tua tidak utuh lagi, efeknya akan langsung dialami oleh generasi mereka. Kehilangan otoritas dari keluarga membuat anak tidak akan dalam lingkungan itu. Biasanya mereka yang tidak puas dengan keadaan rumah akan melampiaskan pada pergaulan. Itulah sebebnya suami harus kembali kepada perannya sebagai imam dan kepala rumah tangga, demikian juga istri.

Bukan hanya itu, Alkitab menuliskan bahwa roh Izebel merupakan roh penyembahan berhala, dan roh perzinahan. Iblis menipu kita bahwa berhala itu ialah patung, dll. Namun segala sesuatu yang didahulukan daripada Tuhan adalah berhala. Saat ini dunia menawarkan banyak hal yang bisa membuat kita nyaman dan melupakan aktivitas dengan Tuhan. Banyak anak-anak Tuhan yang lebih gemar dengan gadget ataupun menghabiskan waktu di depan televisi hanya untuk yang kurang bermanfaat, seperti infotaiment, dll. Hati-hati terhadap roh Izebel.

Izebel dalam 1Raja-raja 19 bersumpah akan membunuh Elia. Roh inipun telah masuk ke dalam gereja, dengan melumpuhkan anak-anak Tuhan lewat intimidasi dan ketakutan. Berapa banyak anak-anak Tuhan akhir-akhir ini memilih untuk tidak melayani hanya karena teringat dengan masa lalu mereka. Iblis berkata “kamu tidak layak” sembari mengingatkan masa lalu kita. Jika iblis mengingatkan anda tentang masa lalu anda, ingatkan dia masa depannya, yaitu dalam neraka yang kekal!

Roh izebel juga merupakan roh yang egois dan suka memaksakan kehendak sendiri. Dalam gereja, masalah kecil saja bisa jadi perpecahan jika kita mempertahankan ego. Menariknya iblis selalu berhasil menghasut agar kita meninggalkan pelayanan. Roh ini membuat kita susah menundukkan diri terhadap otoritas, suka membangkang dan lebih suka pamer kerohanian. Kita berdoa dan melayani tetapi hanya untuk status rohani.



Roh Antikristus

dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus  dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia. ~1 Yoh 4:3



Roh antikistus pada dasarnya adalah roh agamawi. Secara identitas mungkin beragama Kristen, tetapi justru tidak mengenal Yesus secara pribadi. Singkat kata, lebih cocok disebut kristen KTP atau kristen yang belum lahir baru. Kegiatan rohani dan aktivitas gereja hanya merupakan rutinas belaka.
Banyak aliran gereja yang saai ini menganut “Father center”, sehingga ketuhanan Yesus dan keilahian Roh Kudus diabaikan. Adapula yang menganut “Jesus Center”, sehingga Bapa dan Roh Kudus dibaikan. Padahal kita percaya kepada Allah tritunggal.

Roh ini akan bekerja semaksimal mungkin agar kita meninggalkan iman kita. Hati-hati terhadap berkat akhir-akhir ini. Iblis akkan menawarkan sesuatu yang lebih besar, yang mungkin saja akan menyita waktu anda untuk beribadah dan berbakti kepada Tuhan. Perlahan tapi pasti, ia akan membuat kita berjalan tanpa Tuhan, sampai di suatu titik nanti,  ia akan meninggalkan anda dalam keadaan hancur.



Roh Babel



Babel adalah suatu kerajaan yang dibangun oleh Nimrod salah satu dari keturunan Ham. Nimrod adalah manusia yang mula-mula paling berkuasa dimuka bumi ini. Anda tentu tahu bagaimana Alkitab mencatat peritiwa saat Tuhan menghancurkan menara babel. Roh ini adalah roh “aku”. Jika keakuan kita lebih besar maka Tuhan akan semakin kecil dalam hidup kita. Kita bukanlah apa-apa tanpa Tuhan.

Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” ~Yoh 3:30

Keakuan juga sama dengan kesombongan. Tahukah anda bahwa tidak ada orang mabuk yang benar-benar sadar dia sedang mabuk? Demikian juga dengan kesombongan. Dosa ini kadang tidak bisa dikenali kapan munculnya. Bisa saja memiliki sesuatu yang lebih sedikit daripada orang lain, kita sudah sombong dalam hati kecil. Roh inipun masuk dalam gereja. Sepertinya pelayanan sukses karena “aku”, semua jemaat diberkati karena “aku”. Hal ini baru benar-benar bisa disadari jika kita merendahan diri dalam hadiratNya. Berapa banyak anak-anak Tuhan yang karena sudah fasih lidah sudah jarang mempersiapkan diri saat pelayanan? “Ah, itu gampanglah”, pungkasnya. Betapa sombong dan angkuhnya anak-anak Tuhan yang sudah mahir dan berbakat bermain musik tetapi mengabaikan persiapan? Salah satu cara terbaik melayani Tuhan adalah dengan mempersiapkan diri melayaniNya, apapun bentuk pelayanannya. Jangan pernah memulai konser sebelum menyetel alat musik.

Roh arogansi ini juga berhasil merusak gereja Tuhan dengan mengatakan denominasiku yang paling benar! Berdebat tiada henti hanya untuk hal yang tidak perlu dipusingkan. Inilah yang menyebabkan doa Tuhan Yesus di Yohanes 17 belum digenapi sampai saat ini. Berhentilah mengagung-agungkan merek gereja, dan mulailah berfokus kepada Tuhan yang punya gereja.

Roh babel juga akan menghasut setiap orang percaya lebih banyak melakukan aktivitas rohani dibandingkan dengan memperhatikan kerohanian sendiri. Banyak anak-anak Tuhan yang lebih gemar menyetel musik rohani, tetapi malas untuk menyembah. Mereka lebih gemar mendengar khotbah-khotbah daripada melakukan saat teduh pribadi, ataupun lebih gemar membaca renungan tanpa Alkitab. Hal ini tentulah tidak salah, namun waspadalah akan strategi dari roh babel. Kita harus bisa menempatkan mana yang utama, mana yang sebagai pelengkap. Semua hal ini bisa menjerumuskan kita pada rutinitas.

“Sadarlah dan berjaga-jagalah”! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa  yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. ~ 1 Pet 5:8

Sumber: www.catatanakhirzaman.com

Link Untuk Share:




Posted by Warrior of God


Minggu, 02 Oktober 2016

Geger “Medical Device Registery” di AS dan Konferensi Langka Vatican Soal Tatoo, Persiapan Tanda “Si Binatang”?

Geger “Medical Device Registery” di AS dan Konferensi Langka Vatican Soal Tatoo, Persiapan Tanda “Si Binatang”?


Protes Anti Chip Implan di AS

Banyak orang mencurigai chip RFID akan merupakan media yang digunakan oleh Antikristus, untuk memberi tanda kepada banyak orang seperti dinubuatkan di Wahyu 13:16.

“Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,” (Wah 13:16)

Chip RFID yang ditanam di lengan manusia, memang telah lama digunakan untuk tujuan medis dan telah digunakan pada para pasien penderita diabetes di Amerika Serikat. Belakangan juga diterapkan untuk tujuan keamanan di sejumlah negara maju. Namun walaupun penggunaan chip ini makin banyak di seluruh dunia, banyak kalangan menentang pemakaian chip ini karena alasan kesehatan, privasi dan yang terutama karena alasan eskatologi (menyangkut nubuat antikristus).

Untuk alasan kesehatan pihak departemen Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (USFDA) telah mengeluarkan ijin pemakaian chip RFID sejak 2004. Namun kalangan Kristen yang jeli terus berkampanye untuk menentang pemakaian chip yang dicurigai akan menjadi bencana bagi umat manusia di masa depan, karena mengandung kutuk Firman Tuhan. Orang percaya diajarkan untuk menolak tanda dari penguasa yang akan membawa murka Allah di akhir zaman. Kitab Wahyu menyatakan setiap mereka yang menerima “tanda dari binatang itu”, baik di tangan mereka atau di dahi mereka, akan terkena murka Allah.

“… Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya” (Wah 14:9-11)

RFID CHIP untuk APLIKASI KEAMANAN NASIONAL

Sementara itu dalam kondisi ekonomi dan politik global yang terus bergejolak, isu keamanan menjadi topik yang krusial, apalagi dengan maraknya tindak terorisme dimana-mana. Pemerintah negara-negara maju melihat peluang penggunaan RFID chip sebagai alat identifikasi yang canggih dan dapat menyediakan solusi untuk melawan gerakan terorisme. Cepat atau lambat negara-negara maju akan berusaha menerapkan sistem identifikasi warganya, menggunakan teknologi microchip implan (chip yang ditanam pada tubuh manusia) itu.

Chip RFID yang menggunakan teknologi gelombang radio itu memang canggih. Berbeda dengan sistem barcode yang menggunakan laser yang harus diarahkan ke kode bar, sistem RFID ini jauh lebih praktis dan lebih cepat dalam memberikan data untuk sejumlah besar obyek di sekitar alat pemindai (scanner).


Implant Chip Seukuran Butir Beras buatan Verichip

Implant Chip buatan Verichip – yang mempunyai ukuran sebesar butir beras – sangat menjanjikan untuk aplikasi kependudukan dan keamanan. Sebagai contoh, bila beribu-ribu orang berada di sebuah stadion atau alun-alun tengah berdemo, dan sebelumnya setiap orang telah didata dan mengenakan RFID chip pada tubuh mereka, maka alat pemindai dari pemerintah yang ada di sekitar tempat itu akan dapat mendeteksi siapa saja mereka yang terlibat dalam demo itu, dan berapa orang yang ada disana pada saat itu. Siapa saja yang keluar dari lapangan itu dan siapa yang bertindak anarkis disana. Topeng atau masker tidak akan menghalangi alat pemindai mengenali identitas mereka.

Sebagian masyarakat barat yang sadar privasi mereka terancam menolak penggunaan chip ini pada tubuh mereka. Sebagian lain yang menolak pemakaian chip ini adalah orang-orang Kristen yang mengerti pesan kitab Wahyu yang menubuatkan tentang “Mark of the Beast” (Tanda dari “Si binatang”) yang tidak lain adalah Antikristus penguasa akhir zaman yang akan memberi tanda pada tangan dan dahi banyak orang dan akan menyesatkan mereka.

Untuk dapat menerapkan sistem chip RFID kepada penduduknya, pemerintah negara-negara maju melakukan banyak kampanye dan promosi. Penyebaran wacana juga dilakukan melalui konferensi dan seminar-seminar. Namun usaha semi pemaksaan juga mulai muncul seperti yang terjadi di Amerika Serikat. Kebijakan presiden Obama dalam bidang Kesehatan yang dikenal sebagai ObamaCare menyinggung masalah penerapan “National Medical Device Registry” yang dicurigai banyak orang akan berujung pada pemasangan implant Chip RFID untuk setiap warga AS yang ingin memperoleh pelayanan kesehatan di negara itu. Sebagian warga AS yang ‘melek’ akan nubuat-nubuat Alkitab berreaksi negatif dan siap menolak bila yang mereka curigai itu benar-benar terjadi.


KONFERENSI LANGKA TENTANG TATOO

Sementara itu ditengah maraknya penolakkan terhadap penggunaan Implant Chip oleh kelompok-kelompok Kristen di berbagai belahan dunia. Vatican baru-baru ini (Desember 2011) menyelenggarakan suatu konferensi langka yang membahas budaya pemberian tanda permanen (tatoo) pada tangan dan dahi sebagai tanda keimanan.

Duta Besar Israel untuk Vatican Mordechay Lewy, bersama pejabat-pejabat Vatican membahas mengenai Tatoo permanen untuk peziarah Yerusalem. Ada kesamaan budaya mentatoo diri antara peziarah di Yerusalem dan para peziarah di Loreto, kota di Itali yg diyakini sebagai kota Maria (house of Mary) di abad pertengahan.




Paus Benediktus XVI dan Duta Besar Lewy dalam Konferensi langka tentang Tatoo
Entah apa motivasi di balik studi ini, namun mereka sangat serius dan membuka konferensi internasional yang melibatkan peserta dari Israel, Eropa, Amerika Utara, dan New Zealand. Konferensi yg berjudul “Into the Skin: Identity, Symbols and History of Permanent Body Marks.” melibatkan para theolog, pakar kesehatan dan para diplomat.

Dalam konferensi itu Guido Guerzoni, professor dari Milan’s Bocconi University menyatakan bahwa mentatoo diri merupakan bentuk dari pengorbanan peziarah terhadap iman mereka. “A Christian pilgrimage tattoo was ” a small martyrdom — a public shedding of blood” for one’s faith” kata Guerzoni. “A devotional tattoo was a sign of unshakable, immovable faith,” lanjutnya lagi.
Sementara itu Duta Besar Lewy menyatakan: dalam sejarah orang2 Kristen Coptik, dan orang Ethiopia serta komunitas Armenia di tanah suci, biasa mentato diri mereka pada pergelangan tangan atau pada dahi mereka.

Apa tujuan studi ini tidak diungkap oleh Catholic News Service, mungkin untuk memberi wacana kepada banyak orang bahwa memberi tanda di tangan dan di dahi bukanlah hal baru dan merupakan tradisi yang sudah turun temurun dianut oleh orang-orang yang paling taat secara agama. Mengapa topik ini begitu serius diwacanakan? apakah rencana memberi tanda pada tangan dan dahi sudah begitu dekat ?
Waspadalah, waktunya untuk penggenapan segala nubuat sudah begitu dekat.

“Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini ?.” (Lukas 12:56)

Tanda-tanda demikian jelas, Sadarlah dan Berjaga-jagalah !

Sumber:
-          www.houseofrevelation.com
-           http://www.catholicnews.com/data/stories/cns/1104794.htm

Fwd berita ini ke keluarga dan temen-temen seiman untuk membuat semua siap sedia dan “bangun dari tidur” mereka.

Posted by Warrior of God

Link untuk Berbagi:


BERJAGA-JAGA DALAM “TESHUVAH” & Kesaksian Pendeta John Mulinde

BERJAGA-JAGA DALAM “TESHUVAH”


Maksud dari berjaga-jaga adalah untuk Teshuvah (kembali kepada Tuhan) agar kita siap menghadapi Hari Tuhan yang segera datang.

Banyak orang Kristen dengan mudah berkata, kapanpun Tuhan Yesus datang saya siap. Puji Tuhan! Kiranya terjadi demikian kepada semua saudara. Namun apa yang TUHAN singkapkan baru-baru ini membuat saya melihat betapa suci dan kudusnya kita harus hidup di hadapan TUHAN. Menjelang Hari Kedatangan-Nya, Tuhan Yesus memanggil kita semua umat-Nya untuk “Teshuvah” atau “Berbalik” kepada-Nya.

“Teshuvah” atau “Berbalik” memiliki dua aspek. Yang pertama: “Berhenti Melakukan”. Berhenti Melakukan apa ? Berhenti melakukan Kecemaran dan dosa! Rasul Paulus berkata bahwa orang-orang yang cemar tidak akan mendapat bagian di dalam Kerajaan Allah.

“…tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” (1Kor 6:9-10)

Mungkin banyak orang dengan santai menjawab, “dosa-dosa saya sudah diampuni dan Tuhan Yesus telah menebus seluruh dosa saya, tidak ada persoalan.” Namun dengar baik-baik, banyak orang yang dosanya telah diampuni, tetapi tidak berbalik kepada TUHAN dan terus tinggal dalam dosa-dosanya. Alkitab berkata bahwa bagi orang yang seperti ini, murka Allah tetap ada atas mereka.

“Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci… setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.” (1Yohanes 3:3-6)
“… barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.” (Yohanes 3:36)

Pada waktu mempelajari mengenai “Teshuvah” ini, saya menemukan sebuah video kesaksian Pastor John Mulinde yang memberi wahyu yang segar sekaligus menyentak kehidupan rohani saya, saya yakin juga akan memberi pengaruh besar dan melakukan terobosan penting untuk kehidupan hamba-hamba Tuhan dan setiap orang percaya yang mau merendahkan diri dan dengar-dengaran.
Pastor John Mulinde dari Uganda adalah seorang rasul yang penting untuk kebangunan rohani di benua Afrika baru-baru ini. Reputasi pelayanannya diteguhkan dengan banyak terjadinya mujizat dan pertobatan jiwa-jiwa. Dia telah melayani Tuhan selama bertahun-tahun dan cukup terkenal. Namun Tuhan terus menerus menyuruhnya untuk bertobat, namun setiap ia memikirkan ia tidak bisa menemukan dalam dosa apa ia belum bertobat.

Akhirnya Tuhan Yesus mengunjungi dia dalam suatu penglihatan, dan Tuhan Yesus menyatakan suatu perkataan yang menyentak: jika Dia harus datang kembali saat itu untuk menjemput umat-Nya, Dia tidak akan mengangkat Pastor Mulinde! Dan Tuhan Yesus mulai mengungkapkan dosa-dosa tak terlihat itu. Tuhan membongkar semua dosa Pastor Mulinde, terutama yang tidak terlihat oleh manusia, yaitu pikiran cabul, ingatan-ingatan yang cemar, kesombongan yang tersembunyi, pembenaran diri dan rasa layak dipakai Tuhan, dan banyak hal lain. Pendek kata Tuhan menelanjangi Pastor Mulinde sampai semua dosanya yang terkecil dan tersembunyi ia akui dan ia bertobat dari dosa-dosa itu.



Pastor John Mulinde



Kesaksian Pendeta John Mulinde yang diperintahkan bertobat oleh Tuhan Yesus.

Tuhan mengatakan kepadanya, “banyak dari hamba-hamba-Ku … telah menjual jiwa mereka untuk hal-hal duniawi.” Tuhan mengatakan kepada Pastor Mulinde, bahwa Hari Tuhan sudah dekat, dan semua pikiran yang tersembunyi dan hati manusia akan terungkap pada hari itu. Tuhan menyingkapkan kepadanya dosa pikiran dan hatinya yang bahkan ia sendiri tidak sadari selama ini!

Pastor Mulinde mengatakan, “Saudara kekasih, waktunya singkat, Dia yang akan datang akan datang segera. Ia memanggil kita berbalik kepada diri-Nya. Saya ingat Dia berkata kepada saya, Hari itu bukan hari bahagia bagi diri-Nya. Tuhan Yesus mengatakan, ‘hati-Ku hancur ketika memikirkan umat-Ku yang akan dijauhkan pada hari itu. Itulah mengapa Aku berseru sambil menangis, ‘Berbaliklah kepada-Ku!’ “

Pastor Mulinde mengatakan, “[Tuhan Yesus] berkata, ‘Aku mengutus kamu, jangan menghakimi umat-Ku… Jangan mengutuki mereka. Katakan pada mereka Aku tidak mengutuk mereka. Aku memanggil mereka untuk berbalik kepada-Ku. Larilah dari murka yang akan datang pada Hari Tuhan. Larilah dari kuasa kegelapan yang berusaha untuk membawa engkau tertawan. Larilah dari dirimu sendiri, dari kedaginganmu sendiri. Larilah, Ada perlindungan dalam nama Tuhan. Nama TUHAN adalah menara yang kuat! Orang benar lari ke dalamnya dan mereka selamat.’ ”

Itulah yang dimaksud Aspek Pertama “Teshuvah”: Berhenti Melakukan Kecemaran dan dosa. Saya sangat menyarankan Saudara menyaksikan sendiri video itu dengan hati yang terbuka pada Tuhan, karena akan sangat memberkati kehidupan rohani Saudara semua. 




Aspek kedua “Teshuvah” adalah: Kembali Melakukan. Kembali Melakukan Kehendak TUHAN, Apa Yang Baik, Yang Berkenan dan Yang Sempurna. Kita dapat mengerti hal ini melalui pesan Roh Kristus kepada Tujuh Jemaat akhir zaman, khususnya kepada jemaat Efesus.

“… Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat..” (Wahyu 2:4-5)

Panggilan Sangkakala untuk “Teshuvah” juga berarti panggilan untuk kembali kepada kasih mula-mula kita pada TUHAN. Jika kita tidak kembali, maka kehidupan kita akan menjadi gelap, artinya tidak dapat menangkap ‘revelation’ tentang waktu Kedatangan-Nya (1Tes 5:4-5). Jika kita kehilangan terang, kita seperti lima gadis yang bodoh yang pelitanya padam, tidak siap menyambut kedatangan ‘mempelai pria’. Artinya tidak akan termasuk mereka yang diangkat pada Kedatangan Tuhan Yesus kelak.

Jika hari ini kasih kita telah surut jauh dibanding pada saat pertama kita ‘bertemu’ TUHAN, maka Ia memanggil kita berbalik kembali mencintai Dia seperti pada waktu mula-mula itu.
Jika hari ini kerinduan kita mencari TUHAN telah sirna dan tidak seperti saat pertama kita merasakan lawatan-Nya, maka Ia memanggil kita berbalik kembali merasakan diri-Nya seperti pada waktu semula. Jika hari ini kesanggupan kita melayani telah kendor dan kita menjadi lelah, tidak lagi seperti saat pertama kita ‘diurapi-Nya’, maka Ia memanggil kita berbalik kepada-Nya agar kita kembali mendapat minyak baru dan diperbaharui kekuatan kita seperti pada sedia kala. Itulah aspek kedua dalam “Teshuvah”: Kembali Melakukan.

“… barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!” (Wahyu 22:11)

Sumber: www.houseofrevelation.com



Posted by Warrior of God


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More